Sebelum digitalisasi, satu-satunya catatan yang dimiliki pengelola adalah jumlah lembar karcis yang terjual. Tidak ada informasi jam padat, asal pengunjung, maupun jenis tiket terlaris.

Yang berubah

Penjualan daring dan loket kini berbagi satu inventori. Setiap tiket punya kode QR sekali pakai yang divalidasi di gerbang, termasuk saat sinyal lapangan menurun.

Hasil setelah satu musim libur

  • Waktu pindai rata-rata 1,8 detik per tamu.
  • Kebocoran tiket turun drastis karena setoran tiap petugas tercatat otomatis.
  • Promo disusun berdasarkan data asal pengunjung, bukan perkiraan.

Yang paling berharga ternyata bukan kecepatannya, melainkan datanya: pertama kalinya pengelola bisa menjawab pertanyaan "siapa yang datang dan kapan" dengan angka.